Sabtu, 01 Juni 2013

SUMMER OF ABUNDANT HARVEST

Pdt. Suhernantin Daniel S.ThMenyambut Abundant Harvest

Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Yesaya 9:2

Tema gereja kita bulan ini adalah Summer of abundant harvest yang memiliki arti musim panas penuaian yang melimpah. Kita tahu bahwa musim-musim yang ada didunia ini adalah ciptaan Tuhan bukan rekayasa atau campur tangan manusia. Indonesia hanya mengalami dua musim saja, yaitu musim hujan dan musim panas. Sedangkan di Negara-negara sub tropis mengalami empat musim : dingin, panas, semi dan gugur. Setiap musim memiliki ciri khas masing-masing tetapi dari semua musim itu yang paling ditunggu-tunggu adalah waktu menuai atau panen. Panen yang melimpah pasti disambut dengan sorak sorai dan antusias oleh semua orang. Sebab ketika seorang petani mengolah tanah, menabur benih, member pupuk, memberikan system pengairan yang baik, menjaga ladangnya dari hama, dan merawatnya dengan intensif, petani tersebut memiliki sebuah harapan bahwa apa yang dilakukannya akan menghasilkan panen yang besar.

Ladang sudah menguning dan siap untuk dipanen, waktunya bagi kita untuk terhisap dalam Karya Agung Tuhan Yesus. Jika demikian maka sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan, kita seharusnya ikut terlibat dalam masa penuaian ini. Dalam Amanat Agung Nya, Tuhan Yesus menyuruh kita untuk pergi menjadikan semua bangsa menjadi murid . Dan pekerjan besar ini tidaklah mungkin dikerjakan sendiri-sendiri tetapi harus dikerjakan secara bersama-sama. Itu artinya bahwa Penginjilan tidak hanya menjadi tugas para pendeta saja tetapi harus melibatkan semua murid Tuhan.

Pertanyaannya adalah apakah yang harus kita persiapkan untuk menyambut abundant harvest ini ? Ada tiga hal atau tiga tempat yang harus dipersiapkan dalam menyambutnya, yaitu :

1. Keluarga
Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. ( Maz. 128 : 3 - 4 ). Tujuh gunung atau yang kita kenal dengan tujuh pilar yaitu : gereja, business, pemerintahan, media, pendidikan, seni –olahraga dan keluarga harus dikuasai oleh orang percaya. Dan keluarga/ family harus menjadi dasar dari pilar-pilar yang lain. Mengapa demikian? Karena keluarga adalah unit yang terkecil dalam masyarakat tetapi memiliki peran yang sangat penting dan berdampak kemana-mana . Jika setiap keluarga diberkati atau mengalami transformasi maka unit ini akan berdampak dan mempengaruhi gereja. Jika gereja diberkati atau mengalami transformasi maka gereja akan mempengaruhi masyarakat dan pada akhirnya transformasi terus akan bergerak kepada bangsa –bangsa, amin.

Tidak hanya penting bagi transformasi bangsa, keluarga juga memiliki peran yang sangat besar dalam menyambut penuaian yang berlimpah. Coba bayangkan, jika keluarga-keluarga kristen berantakan atau terpecah belah apa yang akan terjadi, maka dapat dipastikan tidak akan sanggup menyambut abundant harvest. Karena hal ini maka anak-anak muda yang belum berumah tangga atau akan berumah tangga harus betul-betul selektif dalam memilih pasangan hidup. Orang tua dan para pemimpin harus memberikan arahan-arahan yang benar untuk para pemuda dalam membangun rumah tangga yang harmonis.

2. Gereja
Gereja juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan panen yang melimpah. Karena memiliki perang penting, maka gereja harus bergerak dari lanskap yang lama kepada lanskap yang baru. Gereja pada lanskap yang lama terpisah atau menjauhi dunia tetapi gereja pada lanskap yang baru bergerak untuk mempengaruhi dunia. Dengan cara apa? Dengan menguasai tujuh pilar atau tujuh gunung yaitu gereja, business, pemerintahan, media, pendidikan, seni –olahraga dan keluarga.

Ada beberapa perbedaan antara gereja pada lanskap yang lama dengan gereja pada lanskap yang baru, apa saja?

Gereja pada lanskap yang lama

• Gereja
• Pemimpin
• Agamawi
• Birokrasi
• Segregasi
• Membership
• One man show
• Ownership
• Upacara

Gereja pada lanskap yang lama
• Kerajaan Allah
• Pembapaan
• Rohani
• Fasilitator
• Penetrasi
• Discipleship
• One Team
• Stewardship
• Perayaan
Gereja pada lanskap yang baru memiliki tugas :
• Gereja harus memperlengkapi para awam yang menjadi kekuatan yang dominan
• Gereja tidak lagi berorientasi pada pemeliharaan jiwa tetapi gereja yang misioner
• Gereja harus menggantikan pusat kekuatan pelayanan
• Gereja harus memberikan perhatian besar terhadap pelayanan social
Mengenai Gereja George Barna berkata : Gereja yang tidak relevan dan sensitip terhadap kebutuhan akan ditolak dan gereja tidak boleh bertahan pada warisan tradisi agama dimasa lampau yang tidak relevan untuk menjawab kebutuhan banyak orang

3. Gereja sekota
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. ( Yer. 29 : 7 ). Tuhan memberi tugas orang percaya untuk mengusahakan dan berdoa bagi kesejahteraan kota dimana mereka tinggal. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri atau oleh satu gereja atau beberapa gereja saja. Mengusahakan kesejahteraan kota harus dikerjakan oleh seluruh gereja yang ada dikota itu atau gereja sekota. Gereja sekota harus bekerja sama dalam satu team sama seperti cara kerja anggota tubuh. Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan ( 1 Kor. 12 : 20-22).

Tiga hal yang harus kita siapkan jika ingin menyambut tuaian besar, yaitu : Keluarga, Gereja dan Gereja Kota. Tuhan Yesus memberkati.